Tidak terpikir sebelumnya kalau mau menulis tentang ketoprak.
Ceritanya begini (... heheh), biasa kalau kuliah malam itu hampir selalu tidak sempat untuk mengisi perut dulu. Perut terasa sangat lapar akhir teringat sebuah tempat makan "Ketoprak Faiz".
Kamu tahu 'Ketoprak Faiz' ? Saya juga secara tidak sengaja ketemu tempat makan ini.
Tempat ini bisa ditemukan setelah flyover UI menuju ke Margonda Depok, sekitar 50 meter sebelah kiri jalan .
Tempatnya kecil mungkin hanya sekitar 4-5 orang yg bisa duduk secara bersamaan, walau di depan tepatnya di di atas trotoar di sediakan kursi-kursi plastik kecil.
Tapi jangan salah ada label 'Go Food' ditempat itu artinya tempat ini cukup populer ,mungkin bukan tempatnya tapi rasa makanannya yang diatas rata-rata.
Disajikan tidak berbeda dengan ketoprak-ketoprak lain ada lontong, bihun,tauge, kerupuk, tahu, dan bumbu kancangnya.
Yang berbeda adalah rasa dari bumbu kacangnya , buat saya rasanya pas tidak lebay heheh, intinya pas dengan selera .
Agar lebih berbobot makannya , saya pesan ditambah telor dadar, semakin bersemangat makannya.
Saya rasa ini tempat yang cukup berbeda setelah melewatkan beberapa pembicaraan dengan Abang Ketoprak, seperti jam buka dimulai dari 17.30 dan baru tutup sekitar jam 02.00.
Satu lagi adalah pertanyaan siapa saja yang suka datang makan, sepertinya Abangnya tidak bisa mendeskripsikan apakah mahasiswa, karyawan, pedagang.
Jadi saya teringat waktu jaman kuliah dulu di Yogyakarta, subyektifitas saya bisa mengenali orang tersebut mahasiswa dengan mudah dan dengan tingkat kebeneran lebih tinggi karena memang yang 'berkeliaran' dijalan, ditempat makan itu lebih dari 80% adalah mahasiswa.
Terus terang di Depok saya agak susah karena memang kota Depok sebagai kota penunjang dari kota Jakarta terdiri dari banyak pendatang dari berbagai daerah atau kota lain yang sangat beragam.
Agak melantur sedikit jadi saya cukupkan dulu untuk sang 'Ketropak pembuka cerita'.
Terimakasih.
Saya rasa ini tempat yang cukup berbeda setelah melewatkan beberapa pembicaraan dengan Abang Ketoprak, seperti jam buka dimulai dari 17.30 dan baru tutup sekitar jam 02.00.
Satu lagi adalah pertanyaan siapa saja yang suka datang makan, sepertinya Abangnya tidak bisa mendeskripsikan apakah mahasiswa, karyawan, pedagang.
Jadi saya teringat waktu jaman kuliah dulu di Yogyakarta, subyektifitas saya bisa mengenali orang tersebut mahasiswa dengan mudah dan dengan tingkat kebeneran lebih tinggi karena memang yang 'berkeliaran' dijalan, ditempat makan itu lebih dari 80% adalah mahasiswa.
Terus terang di Depok saya agak susah karena memang kota Depok sebagai kota penunjang dari kota Jakarta terdiri dari banyak pendatang dari berbagai daerah atau kota lain yang sangat beragam.
Agak melantur sedikit jadi saya cukupkan dulu untuk sang 'Ketropak pembuka cerita'.
Terimakasih.



No comments:
Post a Comment