Pemuda merupakan
generasi muda yang menjadi salah satu komponen dalam proses pembangunan bangsa.
Pemuda harus diarahkan dan dikembangkan dalam koridor ke-Indonesiaan agar dapat
melanjutkan dan mengisi pembangunan. Pemuda identik sebagai sosok individu yang
berusia produktif dan mempunyai karakter khas seperti revolusioner, optimis,
berpikiran maju dan lain sebagainya.
Pada era sekarang,
pemuda memiliki konteks yang berbeda dengan pemuda pada generasi sebelumnya.
Bisa dilihat dari cara berfikir, cara dalam pergaulan serta masalah-masalahnya
termasuk cara menghadapi masalahnya.
Menurut
Undang-undang RI No. 40 tahun 2009 ,didefinisikan konsep kepemudaan sebagai
berikut “Pembangunan kepemudaan bertujuan untuk terwujudnya pemuda yang beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas,
kreatif, inovatif, mandiri, demoktratis, bertanggung jawab, berdaya saing,
serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan
berdasarkan pancasila dan dan undang-undang dasar negara Republik Indonesia
tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.[5]”
Mahasiswa merupakan bagian dari
pemuda yang juga merupakan bagian dari suatu masyarakat. Peranan sosial
mahasiswa dan pemuda di masyarakat, memiliki peran yang hampir sama dalam
masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat lebih istimewa dikarenakan dianggap sebagai
kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan.
Sebagai
mahasiswa, tentunya ada peran dan fungsi yang mereka miliki dalam masyarakat,
berikut adalah peran dan fungsi mahasiswa dalam masyarakat sosial pasca
reformasi yang sangat penting.
1. Sebagai agent of
change , secara nyata melakukan tindakan yang berdampak langsung kepada
masyarakat. Contohnya melalui kegiatan sosial, melakukan penelitian dan
menuliskannya sebagai jurnal maupun paper, menjadi panitia acara-acara untuk
umum, mengikuti kegiatan seminar dan kegiatan lain yang bermanfaat baik untuk
umum maupun diri sendiri.
2. Mengikuti Program
Kreativitas Mahasiswa. Dengan mengikuti PKM, mahasiswa bisa menjadi kreatif dan
lebih peduli terhadap masyarakat. Mahasiswa akan mencari permasalahn yang ada
pada masyarakat dan mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Selain bermanfaat untuk orang lain, kegiatan ini juga melatih kemampuan mahasiswa
dalam berbagai hal.
3. Menjalankan fungsi
kontrol sosial. Artinya mahasiswa melalui kegiatan yang terkait bisa melakukan
pengaturan atas apa yang dilakukan masyarakat. Misalnya, menjadi alat untuk
menyampaikan aspirasi masyarakat luas kepada pemerintah atas
kebijakan-kebijakan tertentu. Selain itu, mahasiswa juga bisa lebih dekat
dengan semua golongan masyarakat sehingga mereka bisa mengetahui pola kehidupan
sosial seperti apa yang saat ini ada di masyarakat.
4. Mahasiswa sebagai
kaum intelektual diharapkan bisa membagi ilmu bagi masyarakat. Menjadi kritis
dalam permasalahan yang ada dalam masyarakat. Dan memberikan edukasi kepada
masyarakat baik secara luas maupun terbatas dalam lingkup kecil.
5. Mahasiswa adalah
orang-orang yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan. Sehingga, mulai
saat ini mahasiswa sudah berperan untuk menanggung beban masa depan bangsa di
pundaknya.
6. Mengontrol
pemerintah. Mahasiswa adalah perwakilan dari masyarakat yang paham betul dengan
kebijakan pemerintah dan untuk mengkritik serta mengawasinya.
7. Menjadi teladan
bagi masyarakat. Mahasiswa adalah orang yang patut di teladani karena memiliki
level pendidikan yang secara teori lebih banyak di bandingkan dengan masyarakat
lainnya.
8. Bagian dari
demokrasi. Pengertian
demokrasi modern menuntut mahasiswa adalah pelopor untuk
menjalankannya seperti ikut pemilu dan sebagainya.
9. Pengawasan. Mahasiswa
menjalankan pengawasan terhadap fungsi DPR
dan fungsi MPR dalam
menjalankan tugasnya.
10. Inovasi dan
penemuan. Mahasiswa di tuntut dapat memberikan inovasi dan penemuan terbaru
dalam bidangnya yang dapat membantu masyarakat.
Pembinaan dan pengembangan generasi muda diatur dalam
keputusan menteri nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978. Bertujan
agar semua pihak yang terlibat dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda
tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, benar serta tepat sasaran dan
terarah.
Pembinaan
dan pegembangan generasi muda disebut memiliki pokok pengertian sebagai berikut
:
1.
Generasi Muda sebagai Subyek
Sebagai subyek , mereka
yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan
berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.
2.
Generasi Muda sebagai Obyek
Sebagai obyek, mereka
yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi
menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan
dengan tujuan agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam
penanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga
pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai
sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
1. Landasan idil
(Pancasila)
2. Landasan
Konstitusional (UUD 1945)
3. Landasan Strategi
(Garis-garis besar haluan negara)
4. Landasan Histories
(Sumpah Pemuda dan Proklamasi)
5. Landasan Normatif
(Tata nilai ditengah masyarakat)
Masa depan suatu bangsa terletak ditangan generasi muda, karena
merekalah yang akan membangun dan menggantikan pemimpin bangsa sebelumnya.
Pemuda memiliki banyak potensi untuk membangun negeri ini, antara lain :
Pemuda memiliki banyak potensi untuk membangun negeri ini, antara lain :
1.
Dinamika dan Kreatifitas. Dengan adanya sikap idealisme dan daya
kritis yang kuat, berarti generasi muda dapat menimbulkan kreatifitas dan
dinamika dalam tatanan berupa perubahan, pembaruan, dan menyempurnakan
kekurangan yang ada
2.
Keberanian Mengambil Resiko. Dalam upaya pembangunan pasti akan
ada resiko resiko yang akan timbulnya, seperti melesetnya jadwal pembangunan,
terhambat, atau bahkan gagal. Kaum muda dengan kesiapan pengetahuan,
perhitungan dan keterampilan dapat mengatasi hal tersebut dengan baik
dikarenakan, dan juga lebih berani dalam mengambil resiko.
3.
Optimis dan Semangat. Optimis dan semangat yang ada dalam jiwa
generasi muda akan menjadi daya pendorong untuk menghasilkan sesatu yang lebih
maju lagi sehingga terbentuknya mental yang kuat yang tidak mudah patah
semangat.
4.
Sikap Kemandirian dan Disiplin. Dengan sikap kemandirian mereka
dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa, serta
melaksanakan sesuatu dengan disiplin.
5.
Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan. Keanekaragaman pada
pemuda, merupakan cermin keanekaragaman bangsa kita. Keanekaragaman tersebut
merupakan potensi dinamis dan kreatif berdasarkan semangat sumpah pemuda serta
kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
6.
Patriotisme dan Nasionalisme. Dengan sikap patriotism dan
nasionalisme, generasimuda dapat dilibatkan dalam upaya pembelaan dan
mempertahankan Negara.
7.
Sikap Ksatria. Sikap ksatria identik dengan sikap berani,
mengabdi pada Negara serta rasa tanggung jawab social yang tinggi. Sehingga
dengan sikap itu para generasi muda dpat menjadi pembela dan penegak hokum bagi
masyarakat dn bangsa.
8.
Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi. Ilmu dan teknologi saat
ini berkembang sangat pesat, dengan ilmu tersebut generasi muda dapat
menerapannya dilingkungan sekitar sebagai transformator dan dinamistator.
Dari sekian banyak cara dalam mengembangkan potensi generasi
muda, berikut disampaikan beberapa alternatifnya :
·
Pentingnya peran pemerintah , masyarakat dengan memberikan
ketrampilan, pengetahuan yang dibutuhkan generasi muda bagi kehidupan kelak di
masyarakat.
·
Pentingnya generasi muda dilatih , diberi ketrampilan dalam hal
kemampuan berkomunikasi secara efektif dan pembinaan untuk mengembangkan kemampuannnya
·
Adanya pelatihan mengenai pengendalian fungsi-fungsi organic yang
dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat
·
Memberikan pembinaan tentang cara bertingkah laku yang selaras
dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau
kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.
Dari aspek-aspek yang telah disebut diatas , muncul pula permasalahan
generasi muda yang perlu sangat diwaspadai diberikan jalan keluarnya , sebagai
berikut :
·
Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme
di kalangan masyarakat termasuk generasi muda.
·
Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa
depannya.
·
Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas
pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah
putus sekolah yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan
generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa.
·
Kurangnya lapangan kerja / kesempatan kerja serta tingginya
tingkat pengangguran /setengah pengangguran di kalangan generasi muda dan
mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan
laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem
sosial lainnya.
·
Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan
kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda, hal tersebut disebabkan
oleh rendahnya daya beli dan kurangnya perhatian tentang gizi dan menu makanan
seimbang di kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah.
·
Masih banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan
masyarakat daerah pedesaan.
·
Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan
kehidupan keluarga.
Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.
Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.
·
Kebutuhan Akan Figur Teladan.
Remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai-nilai luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar nasihat-nasihat bagus yang tinggal hanya kata-kata indah.
Remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai-nilai luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar nasihat-nasihat bagus yang tinggal hanya kata-kata indah.
·
Sikap Apatis.
Sikap apatis merupakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang bersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya.
Sikap apatis merupakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang bersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya.
·
Kecemasan dan Kurangnya Harga Diri.
Kata stess atau frustasi semakin umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya).
Kata stess atau frustasi semakin umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya).
·
Ketidakmampuan untuk Terlibat.
Kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau malahan dengan uang.
Kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau malahan dengan uang.
·
Perasaan Tidak Berdaya.
Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”, misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau ijasah.
Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”, misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau ijasah.
·
Pemujaan Akan Pengalaman
Sebagian besar tindakan-tindakan negatif anak muda dengan minumam keras, obat-obatan dan seks pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba. Lingkungan pergaulan anak muda dewasa ini memberikan pandangan yang keliru tentang pengalaman.
Sebagian besar tindakan-tindakan negatif anak muda dengan minumam keras, obat-obatan dan seks pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba. Lingkungan pergaulan anak muda dewasa ini memberikan pandangan yang keliru tentang pengalaman.
Daftar Pustaka :
Drs. H. Abu
Ahmadi, dkk. Ilmu Sosial Dasar untuk Mahasiswa Perguruan Tinggi ,Edisi Revisi .
Diperoleh September 2018, Ebook.
Guru Monica .
(2016, 15 Februari). Sebutkan potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda
yang perlu dikembangkan ! . Diperoleh November 2018, dari http://gurupintar.com/threads/sebutkan-potensi-potensi-yang-terdapat-pada-generasi-muda-yang-perlu-dikembangkan.1828/
Yana Musdaliva M.Pd. (2015, 24 Oktober). 10 Peran dan Fungsi Mahasiswa Dalam Masyarakat Sosial Pasca
Reformasi. Diperoleh November 2018, dari https://guruppkn.com/peran-dan-fungsi-mahasiswa-dalam-masyarakat-sosial-pasca-reformasi
Furqon69 . (2016,
5 Maret). Definisi dan Peran Pemuda di Indonesia . Diperoleh November 2018,
dari https://sukasukafurqon.wordpress.com/2016/03/05/definisi-dan-peran-pemuda-di-indonesia/
Rizal Joe. (2011,
25 Juli). Pembinaan dan pengembangan generasi muda. Diperoleh November 2018,
dari http://cahayapenerangdunia.blogspot.com/2011/07/pembinaan-dan-pengembangan-generasi.html
No comments:
Post a Comment