Pertumbuhan dan Perkembangan Penduduk


A.      Pengertian Pertumbuhan Penduduk

Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya.

Pertumbuhan penduduk memiliki definisi sebagai perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.

Menurut MKDU Ilmu Sosial Dasar Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia.



B.  Perkembangan dan Penggandaan Penduduk

Manusia diperkirakan hidup di dunia sudah sekitar dua juta tahun yang lalu. Pada waktu itu jumlahnya masih sangat sedikit dan bahkan pada 10.000 tahun sebelum masehi, penduduk dunia diperkirakan baru sekitar 5 juta jiwa. Namun demikian, pada tahun pertama setelah masehi, jumlah penduduk dunia telah berkembang hampir mencapai 250 juta jiwa. Dari tahun pertama setelah masehi, sampai kepada masa permulaan revolusi industri di sekitar tahun 1750, populasi dunia telah meningkat dua kali lipat menjadi 728 juta jiwa. Selama 200 tahun berikutnya (1750 – 1950) tambahan penduduk sebanyak 1,7 miliar jiwa. Tetapi dalam 25 tahun berikutnya (1950 – 1975), ditambah lagi dengan 1,5 miliar jiwa, yang jika dijumlahkan seluruhnya pada akhir tahun 1975 telah mencapai hampir 4 miliar jiwa. Pada tahun 1986, populasi dunia sudah mendekati angka 5 miliar. Pada tahun 2005 jumlah penduduk dunia sudah mencapai angka 6,45 miliar.

sumber: Duran (1967), Todaro (1983), UN (2001), UN (2005)

Dari pertambahan absolut populasi dunia ini, dapat dikemukakan bahwa sejak tahun 1650 Masehi sampai tahun 2005 Masehi, rata-rata pertambahan penduduk dunia persatuan waktu adalah sebanyak 16,63 juta orang pertahun.

Sumber : Iskandar , Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia

Secara rata – rata setiap negera penduduknya bisa bertambah hingga 2x lipatnya dengan perkembangan penduduk dunianya bertambah hingga 3x lipatnya. Itu berarti penduduk dunia sangat pesat pertumbuhannya.

1.     Penggandaan Penduduk Dunia Dengan Menggunakan Tabel

Tahun Penduduk Dunia dalam perkiraan waktu penggandaan 800 SM sebanyak 5 juta dan sampai tahun 1975 mengalami peningkatan sampai 5 Miliar dengan waktu penggandaan sebesar 45 Tahun. 


Sumber : Ehrlich, Paul, R, el al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco.


Dari tabel diatas, bahwa dari tahun 1830-1930 pada kurun waktu 100 tahun mengalami penggandaan penduduk, sedangkan dari tahun 1930-1975 pada kurun waktu hanya 45 tahun telah mengalami penggandaan. Ini menunjukkan bahwa penggandaan semakin cepat berlangsung. 


2.     Perkembangan penduduk di Indonesia

Jumlah penduduk suatu negara misalnya Indonesia, atau penduduk di suatu wilayah selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu karena pertumbuhan penduduknya. Sebagai contoh, hasil sensus penduduk yang pertama kali diadakan di Indonesia pada tahun 1930, ketika kita masih berada di bawah penjajahan Belanda, penduduk nusantara hanya berjumlah 60,7 juta jiwa.  
Setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia, juga mengadakan sensus penduduk pertama setelah Indonesia merdeka pada tahun 1961. Hasil sensus penduduk tahun 1961 sebagai sensus penduduk pertama yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa penduduk Indonesia berjumlah 97,1 juta jiwa. Sensus penduduk yang ke dua diadakan oleh pemerintah pada tahun 1971. Hasil sensus penduduk tahun 1971 menunjukkan penduduk Indonesia sebanyak 119,2 juta jiwa. Pemerintah mengadakan sensus penduduk yang ke tiga pada tahun 1980 , hasilnya menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 146,9 juta jiwa. Sensus penduduk keempat yang dilaksanakan pada tahun 1990 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia saat itu sebanyak 178,6 juta jiwa. Sensus penduduk ke lima diadakan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2000, data sensus saat itu menunjukkan penduduk Indonesia berjumlah 205,1 juta jiwa. Sedangkan sensus penduduk ke enam yang diadakan pada tahun 2010 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237,6 juta jiwa. 


Indonesia termasuk negara dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk yang besar dan berpenduduk banyak. Indonesia juga terdiri atas ribuan pulau, beragam budaya, ratusan suku, dan ratusan bahasa daerah. Hal ini pula yang menjadi keunggulan Indonesia dilihat dari segi kependudukannya. Pada tahun 2013, Indonesia tidak memiliki kegiatan pemutakhiran data penduduk, karena biasanya sensus diadakan setiap 10 tahun sekali. Namun dengan menggunakan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia, diperkirakan jumlah keseluruhan penduduk Indonesia pada tahun 2013 sebesar 250 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,49% per tahun. Keadaan jumlah penduduk sebesar itu, tentu memerlukan perhatian yang besar dari pemerintah/negara atau lembaga terkait untuk dapat memenuhi kebutuhan penduduknya, agar jumlah penduduk yang besar ini dapat berperan sebagai sumber daya pembangunan di tanah air. Jumlah penduduk di setiap wilayah/provinsi maupun pulau juga berbeda-beda, demikian juga dengan angka pertumbuhan yang berbeda pula.
              Keadaan penduduk Indonesia semakin tahun semakin bertambah jumlahnya. Jumlah penduduk Indonesia mengalami kenaikan dari tahun 1971 sampai tahun 1980 sebanyak 28.282.069 jiwa (23,72%). Secara keseluruhan rata-rata kenaikan jumlah penduduk setiap 10 tahun hampir mencapai 20%. Perlu diketahui bahwa menurut perkiraan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, jumlah penduduk Indonesia akan menjadi 250 juta jiwa pada tahun 2014 dengan pertumbuhan penduduk 1,49 persen per tahun. Salah satu penyebab bertambahnya jumlah penduduk adalah tingginya tingkat kelahiran.  
              Informasi tentang jumlah penduduk di suatu wilayah tentu sangat diperlukan untuk merancang pembangunan. Bertambahnya jumlah penduduk berakibat pada menjadi semakin sempitnya kesempatan memperoleh pekerjaan. Keadaan tersebut dapat memicu terjadinya kemiskinan. Informasi tentang jumlah dan pertumbuhan penduduk Indonesia secara menyeluruh sangat diperlukan untuk menetapkan prioritas pembangunan nasional.
Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan akibat jumlah dan pertumbuhan penduduk Indonesia yang besar dapat dilakukan adalah dengan menciptakan lapangan kerja yang luas. Siapa yang harus menciptakan lapangan kerja? Tentu saja pemerintah bersama-sama dengan masyarakat
Bagaimana caranya
memperkirakan jumlah penduduk Indonesia bahkan sampai 100 tahun ?
Salah satu cara mudah untuk mengetahui jumlah penduduk pada masa yang akan datang adalah dengan melihat statistik angka pertumbuhan penduduk dari waktu ke waktu. Dengan melihat pertumbuhan penduduk setiap periode, kita dapat memperkirakan bagaimana jumlah penduduk pada waktu yang akan datang.

Jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 tercatat 237,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,49 %. Jika laju pertumbuhan penduduk tetap pada angka 1,49 %, maka pada 2045 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 450 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk yang terjadi pada tahun tersebut jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan ideal untuk Indonesia yakni sebesar 0,5%.
Jumlah penduduk Indonesia di Tahun 2014 peringkat 4 jumlah penduduk dunia
.


C.    Faktor yang mempengaruhi pertambahan penduduk

Berikut ini merupakan faktor- faktor yang mempengaruhi pertambahan penduduk dari aspek Demografi, seperti berikut :
1.     Kematian
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian  dan faktor penghambat kematian.
Tingkat kematian diformulasikan dalam 2 nilai seperti berikut :
a.    Rumus Tingkat Kematian Kasar
Angka Kematian Kasar adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian per 1000 penduduk pada pertengahan tahun tertentu (Data Statistik Indonesia-Angka Kematian Kasar-Rumus), disuatu wilayah tertentu.
Formula            :             CDR = D/P x K
Pengertian notasi sebagai berikut :
CDR     = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D           = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P            = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K           = Bilangan konstan 1000
Umumnya data tersedia adalah ”jumlah penduduk pada satu tahun tertentu” maka jumlah dapat sebagai pembagi. Kalau ada jumlah penduduk dari 2 data dengan tahun berurutan, maka rata-rata kedua data tersebut dapat dianggap sebagai penduduk tengah tahun.
b.    Rumus Tingkat Kematian Khusus
Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR) yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun.
Formula            :             ASDRx = Dx/Px x 1000
Pengertian notasi sebagai berikut :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx         = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px          = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
1000    = Konstanta (k)

2.    Kelahiran
Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Angka kelahiran bayi dapat dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu:
·       Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per tahun.
·       Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran 20-30 per tahun.
·       Angka  kelahiran dikatakan rendah jika angka kelahiran < 20 per tahun.


Ada beberapa cara yang digunakan dalam menghitung besarnya angka kelahiran yaitu:
a.       Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
Formula            :             CBR = B/P x 1000
Pengertian notasi sebagai berikut :
CBR      = Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)
B            = Jumlah kelahiran dalam satu tahun
P            = Jumlah seluruh penduduk pada pertengahan tahun
1000    = konstanta

Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
b.                  Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate)

Formula            :             ASFRx = Bx/Pfx X K
Pengertian notasi sebagai berikut :
ASFRx = Angka kematian menurut kelompok umur x
Bx         = Jumlah Kelahiran dari wanita pada kelompok umur x
Pfx        = Jumlah wanita pada kelompok umur x
K           = Konstanta (angka 1000)
X           = Umur wanita kelompok umur tertentu yang umumnya dihitung tiap 5 tahun   seperti 15 – 19 tahun, 20 – 24 tahun dan seterusnya.
Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran. Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
Fertilitas adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Yang dimaksud dengan lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan misalnya: bergerak, bernafas, berteriak/menangis, ada denyut jantung dan sebagainya. Pengukuran fertilitas selalu didasarkan atas jumlah kelahiran hidup pada kelompok penduduk pada periode tertentu. Tinggi rendahnya kelahiran dalam suatu/sekelompok penduduk erat hubungannya dan tergantung pada: struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi. Di indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49) tahun di perkirakan sekitar 23530 ribu dan jumlah kelahiran sekitar 2985 ribu.

3.    Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
Migrasi merupakan akibat dari keadaanlingkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tsb. Dua faktor migrasi, yaitu faktor penarik dan faktor pendorong. 
Faktor penarik berupa daya tarik ekonomi dari kota seperti: memberikan pendapatan lebih besar daripada di desa. Sedangkan faktor pendorong berasal dari desa antara lain makin sedikitnya lapangan pekerjaan di desa akibat konversi lahan dari sawah ke perumahan dan industri yang terjadi secara besar-besaran.



Daftar Pustaka :

Iskandar N. Does Sampurno. (Tidak Diketahui). Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia. Diperoleh 18 November 2018.
Wahyu Widiyatmiko. (Tidak Diketahui). Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan. Diperoleh 18 November 2018, PDF.
Syahmi Sajid . (2014, 7 Agustus). Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk.Diperoleh 18 November 2018, dari  http://ipsgampang.blogspot.com/2014/08/jumlah-dan-pertumbuhan-penduduk.html.
Wikipedia .(2018 , 9 November). Pertumbuhan Penduduk. Diperolhe 18 November 2018, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_penduduk.
Ganjar Febriyani Pratiwi. (2011, 27 November). Perkembangan Penduduk Indonesia,. Diperoleh 18 November 2018, dari https://hannitacambridge.blogspot.com/search?q=penduduk.

No comments:

Post a Comment

Tugas VClass Softskill Pertemuan 3