Teknologi AI menghadapi era New Normal

Berikut beberapa tren teknologi yang meningkat signifikan selama pandemi COVID-19 , juga termasuk yang telah ada sebelumnya dan meningkat secara drastis dalam penggunaannya :

 

1. Artificial Intelligence (AI)

Perusahaan-perusahaan mulai menavigasi pasca COIVD-19 dan ekonomi mulai perlahan pulih dengan penerapan AI yang sangat membantu dalam beradaptasi dengan New Normal.

Beberapa contoh seperti  industri retail , supply chain dimana AI mendeteksi pola belanja baru dan memberikan pengalaman yang telah dipersonalisasi kepada pelanggan.

 2. Cloud computing

Terjadi lonjakan permintaan layanan Cloud hingga 775% saat pandemi COVID-19 dan kemungkinan akan menerima lonjakan implementasi di semua jenis aplikasi . Contoh pada metode pembelajaran online yang mengharuskan siswa maupun pendidik menggunakan layanan video conference berbasis Cloud.

 3. Jaringan 5G

Jaringan 5G sebagai next-generation dari teknologi jaringan 4G yang menyediakan pita lebar dan akses ke beberapa kanal sekaligus sehingga bandwidth yang didapat berlipat-lipat dari teknologi jaringan 4G.

Teknologi ini akan membantu dalam perubahan-perubahan yang terjadi pada New Normal seperti bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan lain sebagainya yang membutuhkan transfer data yang besar dalam waktu yang tidak lama.

 4. Internet of Things (IoT)

Penerapan IoT akan semakin meluas diperkirakan  jumlahnya meningkat 30,73 miliar pada 2020 hingga 75,44 miliar pada 2025.

Perangkat IoT yang diakses dari Internet akan sangat membantu pemerintah, masyarakat dalam membantu pekerjaan nya seperti pendeteksian daerah terdampak banjir, pendeteksian makanan sehat, memonitor indikator kesehatan.

 5. Keamanan siber

Dalam New Normal, perubahan seperti belanja, bekerja dan belajar dari rumah mengakibatkan kemungkinan banyak data-data tersebar di Internet baik itu sengaja maupun ketidaksengajaan. Kondisi ini mengakibatkan rentan terjadi penyalahgunaan termasuk serangan ransomware , peretasan dan sebagainya.

 

Teknologi SAFR (Secure Accurate Facial Recognition)

Teknologi SAFR 2.0 ini membantu melakukan pendeteksian wajar orang apakah menggunakan penutup seperti : masker, hijab, topi dan kacamata dengan tingkat akurasi 99,87% dengan lama pemrosesan hanya sekitar 100 milidetik.

Ini sangat bermanfaat bagi perusahaan ataupun pemerintah untuk menerapkankan pada gedung-gedung perkantor, tempat-tempat umum seperti stasiun MRT, airport dan area-area yang memungkinkan terjadinya kerumunan orang.

Selain itu teknologi ini juga dapat digunakan seperti pergantian mesin absensi barbasis fingerprint dengan pengenalan wajah, peralihan penggunakaan kartu atau tombol pada pintu dan gate dengan menggunakan pengenalan wajah.

 

Tiga Manfaat Teknologi AI di Masa New Normal

1. AI membantu konsumen lebih bijak mengatur pengeluaran

Penerapan AI dalam industri retail membuat orang lebih banyak melakukan penawaran dari sebelumnya karena AI menyediakan banyak informasi untuk itu sehingga konsumen mudah menganilisi dan membandingkan biaya pengeluaran.

 2. AI membuat Wi-Fi dapat diandalkan dan cepat

Penerapan AI pada perangkat-perangkat jaringan membuat masyarakat yang menggunakan WIFI sebagai alat koneksi ke jaringan internet mendapatkan pengalaman akses internet yang lebih cepat , apakah itu untuk belajar, bekerja dan hal lain yang membutuhkan koneksi internet. Dengan kemampuan jaringan yang dioptimasi dengan AI, beberapa kebiasaan sebelumnya menjadi meningkat seperti menonton film menggunakan Netflix, dan dimana Netflix sendiri sudah menerapakan AI pada sistemnya yang membuat pelanggan dipersonalisasi, personalisasi ini bisa membuat jaringan atau sistem akan lebih efisien dan efektif dengan kemampuan mengarahkan konsumen dengan menerapkan AI.

 3. AI memungkinkan pengguna berbicara dengan perangkat

Penggunaan perintah suara semakin meningkat secara signifikan seperti pada Alexa Amazon, Siri Apple, dan Asisten Google.

Beberapa perusahaan mengirim komunikasi bertenaga AI kepada karyawan juga mengirim interaksi yang didukung AI kepada pelanggan.


Berikut beberapa peralatan canggih AI yang diterapkan atau digunakan dalam masa pandemi Covid 19 :

1. Pendeteksi masker dan kerumunan dengan menggunakan teknologi SAFR 2.0

Teknologi ini memiliki kemampuan mendeteksi wajah orang apakah menggunakan masker atau tidak serta mampu mendeteksi kerumunan area apakah melebihi dari jumlah yang diperbolehkan.

2. Genose

Alat ini tidak mendeteksi keberadaan virus Corona COVID-19 di dalam tubuh. Alat ini hanya mendeteksi partikel atau senyawa yang memang secara spesifik dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi COVID-19. Senyawa tersebut adalah Volatile Organic Compound (VOC) terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas. Orang-orang yang akan diperiksa menggunakan GeNose, terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus. Sensor-sensor dalam tabung itu lalu bekerja mendeteksi VOC.

Dari partikel atau senyawa itulah yang akan dianalisa oleh AI hingga hasil skriningnya muncul, baik positif maupun negatif.

 

 

No comments:

Post a Comment

Tugas VClass Softskill Pertemuan 3