[Artikel Ilmiah] Perkembangan Pandemi COVID-19 di Indonesia

 Perkembangan Pandemi COVID-19

di Indonesia

 

XXXXXX

(NPM 0000000)

Program Studi S1 Sistem Informasi

Universitas Gunadarma Jakarta

 

 

Abstrak

Pandemi COVID-19 yang meluas di Indonesia serta sudah lamanya penyakit terus berkembang maka akan ada potensi virus bermutasi sehingga diperlukan pemutakhiran data penyebaran  virus COVID-19 dalam menekan penyebarannya di  Indonesia. Data disajikan dalam bentuk statistik mengenai perkembangan penyebaran di seluruh provinsi di Indonesia beserta pentingnya penerapan zona-zona dalam suatu wilayah penyebaran.

Kata Kunci : pemutakhiran data, zona penyebaran.

 

Pendahuluan

Di awal tahun 2020 , dunia dihebohkan dengan merebaknya virus baru yaitu coronavirus jenis baru (SARS-CoV-2) dan penyakitnya disebut Coronoavirus disease 2019 (COVID-19). Telah diketahui bahwa pertama kali virus ini merebak di kota Wuhan, Tiongkok. Ditemukan pada akhir Desember 2019.

Wabah penyakit ini ternyata bukanlah yang pertama kali nya. Kehebohan mulai menyeruak secara berangsur yang bahkan menjangkau seluruh dunia. Kehebohan ini dipicu oleh banyaknya jumlah korban dalam waktu relatif singkat. Menurut Hermansyah (2020) sebelum menjadi pandemik, virus ini mulanya terjadi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina pada bulan Desember 2019.

Terdapat sebuah laporan yang memberitakan bahwa sedang terjadi wabah pneumonia

terkait dengan virus yang disebut sebagai Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Infeksi dari virus tersebut menjalar dengan cepat hingga ke seluruh daerah di China dan negara-negara lainnya di seluruh dunia pada beberapa minggu berikutnya sedangkan menurut WHO Coronaviruses (CoV) merupakan bagian dari keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu hingga penyakit yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).

Penyakit yang disebabkan virus corona, atau dikenal dengan COVID-19, adalah jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi menyerang manusia sebelumnya(Laode Anhusadar, 2020).

 

Pembahasan

Saat ini virus ini telah menginfeksi 238 negara , menurut data Data WHO per tanggal  15 Januari 2021 jumlah penderita sebanyak 91.492.398 terinfeksi Covid-19. Di Indonesia saat ini terinfeksi 869.600 orang dengan angka kematian mencapai 25.246 orang atau 2,9 % dari total penderita, dimana jumlah kesembuhan sebesar 81,5 % yang berarti bahwa kasus aktif yang masih ditangani sebesar 135.630 kasus di seluruh Indonesia.

Tabel berikut merupakan data nasional per provinsi per 15 Jnuari 2021 :

No

Provinsi Asal

Kasus

Kasus Hari ini

Sembuh

Sembuh Hari Ini

Kematian

Meninggal Hari Ini

1

Aceh

9.018

16

7.363

36

373

1

2

Bali

20.711

311

18.068

202

583

6

3

Banten

21.570

281

11.415

99

483

4

4

Bangka Belitung

3.327

45

2.629

77

61

3

5

Bengkulu

4.191

27

3.760

70

134

1

6

DI Yogyakarta

16.354

262

10.795

248

367

18

7

DKI Jakarta

220.434

2.541

195.683

2.051

3.673

35

8

Jambi

3.858

51

2.861

35

64

0

9

Jawa Barat

107.636

3.095

87.316

1.074

1.294

27

10

Jawa Tengah

99.052

1.993

66.844

766

4.375

32

11

Jawa Timur

97.243

1.198

83.199

868

6.779

63

12

Kalimantan Barat

3.475

34

3.134

25

28

0

13

Kalimantan Timur

32.588

598

26.486

295

852

8

14

Kalimantan Tengah

10.803

84

8.808

50

290

1

15

Kalimantan Selatan

16.504

107

14.716

76

608

3

16

Kalimantan Utara

5.414

62

3.338

73

72

2

17

Kepulauan Riau

7.462

26

6.706

11

184

1

18

Nusa Tenggara Barat

6.411

58

5.033

20

294

5

19

Sumatera Selatan

12.914

92

10.539

52

647

6

20

Sumatera Barat

25.250

191

21.746

181

561

5

21

Sulawesi Utara

11.021

128

7.958

47

347

0

22

Sumatera Utara

19.495

98

16.717

83

707

0

23

Sulawesi Tenggara

8.697

35

7.332

27

167

0

24

Sulawesi Selatan

39.703

649

34.407

571

674

8

25

Sulawesi Tengah

5.485

248

3.030

121

144

1

26

Lampung

7.911

166

5.421

81

403

5

27

Riau

27.087

170

24.871

186

630

2

28

Maluku Utara

3.075

25

2.580

12

94

0

29

Maluku

6.001

46

5.003

3

90

0

30

Papua Barat

6.304

20

5.717

12

105

0

31

Papua

13.977

99

8.209

9

158

0

32

Sulawesi Barat

2.531

2

1.694

1

57

0

33

Nusa Tenggara Timur

2.859

57

1.628

25

80

1

34

Gorontalo

4.057

3

3.690

4

106

0

35

Dalam proses investigasi

0

0

 

 

 

 

 

Total

882.418

12.818

718.696

7.491

25.484

238

 

Pmerintah pusat melalui Gugus Tugas COVID-19 melakukan klasifikasi dalam 4 zona penyebaran di suatu daerah , seperti berikut :

1. Zona Merah : resiko tinggi, nilai bobot 0-1,8

2. Zona Oranye : resiko sedang, nilai bobot 1,9 - 2,4

3. Zona Kuning : resiko rendah, nilai bobot 2,5-3

4. Zona Hijau : resiko tidak terdampak, tidak tercatat kasus positif COVID-19

 

Terdapat tiga indikator untuk menentukan zonasi risiko suatu wilayah, yakni indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan. Masing-masing indikator itu memiliki sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Untuk indikator epidemiologi terdapat 10 syarat sebagai berikut:

1. Penurunan jumlah kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.

2. Penurunan jumlah kasus kontak erat dan suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.

3. Penurunan jumlah meninggal kasus positif pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.

4. Penurunan jumlah meninggal kasus kontak erat dan suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.

5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.

6. Penurunan jumlah kasus kontak erat dan suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak.

7. Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif.

8. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dari kasus kontak erat dan suspek selama 2 minggu terakhir.

9. Laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk.

10. Mortality rate kasus positif per 100.000 penduduk.

 

Untuk indikator surveilans kesehatan masyarakat, sebagai berikut :

1. Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir.

2. Positivity rate rendah (target ≤5% sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa).

Untuk indikator pelayanan kesehatan, sebagai berikut :

1. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS.

2. Jumlah tempat tidur di RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS.

 

Data yang diperoleh per 10 Januari 2021 bahwa jumlah zona merah meningkat dari 54 kabupaten/kota menjadi 70 kabupaten kota. Data zonasi dilakukan pemuakhiran setiap 1 minggu. Selain itu meskipun zona oranye atau risiko sedang mengalami penurunan dari 388 menjadi 374 kabupaten kota. Dan penurunan ini juga terjadi di zona kuning dan zona hijau. Kabupaten kota dengan risiko rendah turun dari 57 menjadi 56 kabupaten kota, serta yang tidak ada kasus baru turun dari 11 menjadi 10 kabupaten/kota .

Tabel daerah kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai zona merah :

No

Kabupaten/Kota

Provinsi

1

Kota Palembang

Sumatera Selatan

2

Kota Manado

Sulawesi Utara

3

Minahasa Utara

4

Minahasa Tenggara

5

Kolaka Utara

Sulawesi Tenggara

6

Kota Bau bau

7

Parigi Moutong

Sulawesi Tengah

8

Kota Palu

9

Mamuju    

Sulawesi Barat

10

Polewali Mandar

11

Majene

12

Kota Jayapura  

Papua

13

Kota Kupang

Nusa Tenggara Timur

14

Sumba Timur

15

Sumbawa

Nusa Tenggara Barat

16

Sumbawa Barat

17

Lampung Selatan

Lampung

18

Lampung Tengah    

19

Tanggamus    

20

Lampung Timur    

21

Kota Bandar Lampung    

22

Kota Metro  

23

Kota Pangkalpinang

Kepulauan Bangka Belitung

24

Bangka

25

Nunukan    

Kalimantan Utara

26

Kota Tarakan

27

Kutai Barat   

Kalimantan Timur

28

Mahakam Ulu

29

Kotawaringin Barat

Kalimantan Tengah

30

Barito Timur

31

Kota Palangkaraya

32

Kediri    

Jawa Timur

33

Kota Mojokerto    

34

Kota Madiun    

35

Mojokerto    

36

Nganjuk

37

Banjarnegara    

Jawa Tengah

38

Purworejo    

39

Wonogiri    

40

Blora    

41

Rembang    

42

Kendal    

43

Brebes    

44

Kota Surakarta    

45

Kota Tegal

46

Garut    

Jawa Barat

47

Ciamis    

48

Karawang    

49

Bekasi    

50

Kota Bekasi    

51

Kota Depok

52

Jakarta Selatan    

DKI Jakarta

53

Jakarta Timur    

54

Jakarta Utara    

55

Jakarta Barat

56

Kulon Progo    

Daerah Istimewa Yogyakarta

57

Bantul    

58

Gunungkidul    

59

Sleman    

60

Kota Yogyakarta

61

Kota Tangerang Selatan    

Banten

62

Tangerang    

63

Serang    

64

Kota Cilegon

65

Jembrana    

Bali

66

Tabanan    

67

Badung    

68

Gianyar    

69

Bangli    

70

Kota Denpasar

 

 

Penutup

Penyebaran penyakit COVID-19 ini begitu luarbiasa dalam waktu yang singkat sudah menginfeksi seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Dan melihat trend data infeksi dimana terjadi peningkatan dan beberapa kota besar di Indonesia telah ditetapkan sebagai daerah zona merah, maka diperlukan peran selain pemerintah pusat , pemerintah daerah yaitu peran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan strategi zero COVID-19 = 3T+3M-3K (3T : test, trace,treat ; 3M :memakai masker, menjaga jarak , mencuci tangan; 3K : kontak dekat, kerumunan, kamar/ruang tertutup) secara disiplin, dengan ter-implementasi strategi tersebut diharapakan penderita COVID-19 semakin mendekati angka nol.

Pemutakhiran data-data sangat diperlukan untuk memantau perkembangan suatu daerah, apakah target dalam penekanan penyebaran COVID-19 itu mendekati keberhasilan atau ada fenomena baru yang muncul dalam kurun waktu pendek tertentu, dengan adanya pemutakhiran data ini bisa menjadi dasar keputusan pemangku kepentingan apakah itu untuk jangka panjang, menengah atau pendek.

Dengan dimulainya proses Vaksinasi COVID-19 yang dimulai tanggal 17 Januari dan dilakukan secara bertahap sampai Juni 2021, dimana pemberian vaksin ini berdasarkan skala prioritas yang telah ditentukan untuk penerimanya. Diharapkan semua langkah yang telah diambil dan dilaksanakan akan mengurangi secara signifikan penyebaran penyakit COVID-19 dan para penderita yang terinfeksi bisa dipulihkan kesehatannya seperti semula.

 

Daftar Rujukan

World Health Organization. 2021. WHO Coronavirus Disease (COVID-19) Dashboard. https://covid19.who.int/. Diakses tanggal 15 januari 2021.

KPCPEN. 2021. Peta Sebaran COVID-19. https://covid19.go.id/peta-sebaran-covid19. Diakses tanggal 15 januari 2021.

Ristek. 2021. COVID-19 di Indonesia @kawalcovid19 http://sinta.ristekbrin.go.id/covid/datasets. Diakses tanggal 15 januari 2021.

Yanti, Ni Putu Emy Darma dkk. 2020. Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang COVID-19 dan Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19  : Jurnal Keperawatan Jiwa : Vol. 8, No 3, Agustus 2020 (Hal. 485 - 490). Bali : Fakultas Kedokteran dan MIPA Universitas Udayana.

Handayani, Sri dkk . 2020. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap COVID-19;  literature review  : Jurnal Menara Medika : Vol.3, No.1, September 2020  (Hal. 46-53). Pariaman : STIKes Piala Sakti.

Susilo, Adityo dkk. 2020. Coronavirus Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini  : Jurnal Penyakit Dalam Indonesia : Vol.7 No.1, Maret 2020  (Hal. 45-67). Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Anhusadar, La Ode dan Islamiyah . 2021. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Anak Usia Dini di Tengah Pandemi Covid 19  : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini : Vol.5 No.1 (Hal. 463-475). Kendari : Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya dan  Pendidikan Islam Anak Usia Dini Institut Agama Islam Negeri Kendari.

Yuliana. 2020. Corona Virus Diseases (COVID-19); Sebuah Tinjauan Literatur : Wellness and Healthy Magazine : Vol.2, No.2, Februari 2020  (Hal. 187-192). Lampung : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

 

 

No comments:

Post a Comment

Tugas VClass Softskill Pertemuan 3