Kecerdasan Buatan Pendeteksi Virus Covid-19


Kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) merupakan bagian dari kemajuan teknologi bidang informasi teknologi yang memanfaatkan ranah digital sebagai dasarnya.

Sudah banyak penemuan di bidang teknologi digital yang menggunakan AI sebagai dasarnya. Neurabot telah mengembangkan teknologi pendeteksian dini pada hasil pemeriksaan CT Scan paru-paru serta foto polos dada dari hasil rontgen pasien. Platform Neurabot bekerja dengan basis artificial neural network dan data mining dari citra CT Scan dan rontgen. Melalui penerapan teknologi AI berbasis artificial neural network dan data mining, teknik kecerdasan visual (vision learning), machine learning, dan deep learning digunakan untuk mengolah citra data CT Scan dan rontgen dari pasien dengan tingkat sensitivitas tinggi dan sangat spesifik.

Dalam platform Neurabot, teknologi di atas ditambatkan dengan istilah solusi yang mereka namai “My Lab” dan “AI Lab”. Pada solusi My Lab, sebuah laboratorium klinik digital dengan mikroskopik dan radiologi digital memanfaatkan teknologi smart image screening terbaru. Teknologi yang mereka sebut sebagai AI Scan ini bersama komputasi awan (cloud computing) digelar untuk memproses citra medik yang telah didapat dari rekam medis pasien.

 

 

Peralatan atau aplikasi canggih AI untuk mendeteksi seseorang terpapar Covid 19 :

1. Axial AI

Axial AI (uAI Discover PNA) yang dikembangkan oleh Shanghai Research Center for Brain Science and Brain-inspired Intelligence bersama China Academic of Sciences, Neurobionix, dan Skymind Laboratory of Neurobionix Research. Alat tersebut dikembangkan untuk membantu tim medis mendiagnosis pasien dengan gejala COVID-19 secara lebih cepat. Axial AI juga dapat secara otomatis menganalisis hasil foto CT scan dalam waktu 10 detik dengan akurasi lebih dari 90 persen. Axial AI ini juga dapat membantu memonitor perkembangan dari pasien COVID-19 karena bisa membandingkan hasil foto CT Scan yang tersimpan di database dengan hasil foto scan terbaru dari waktu ke waktu.

 

2. Teknologi AI Deteksi COVID-19 Melalui Suara Batuk

Sebuah riset terbaru dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengungkap bahwa COVID-19 dapat dideteksi dengan menggunakan AI lewat suara batuk. Teknologi yang awalnya dikembangkan untuk mendeteksi gejala penumonia dan asma ini juga dapat mendeteksi COVID-19 pada pasien tanpa gejala (OTG).

Peneliti MIT melakukan riset AI untuk mendeteksi COVID-19 lewat suara batuk sejak April lalu. Pada proses pembuatannya, para peneliti mengumpulkan sampel suara batuk sebanyak mungkin, termasuk dari penderita COVID-19 yang memiliki gejala dan tanpa gejala.

Peneliti MIT menyatakan bahwa AI bisa mendeteksi COVID-19 dengan tingkat keakuratan sebesar 98,5 persen, sedangkan deteksi pada OTG memiliki keakuratan sebesar 100 persen.

Para peneliti pun mengklaim bahwa suara batuk orang yang terpapar COVID-19 baik bergejala ataupun tidak sejatinya memiliki perbedaan dengan orang yang sehat. Telinga manusia tidak bisa mendengarnya, namun teknologi AI yang dirancang dapat menangkapnya.

 

3. GeNose

GeNose dikembangkan dengan mengidentifikasi virus corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC). Orang-orang diperiksa dengan menggunakan GeNose C19 ini lebih dulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus. Selanjutnya, sensor-sensor dalam tabung tersebut akan bekerja mendeteksi VOC, yang kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligent hingga memunculkan hasilnya. Hanya dalam 2 menit, alat tersebut akan menunjukkan seseorang positif atau negatif Covid-19. Diketahui akurasi GeNose mencapai 97 dalam mendeteksi keberadaan virus corona melalui embusan napas.

 

No comments:

Post a Comment

Tugas VClass Softskill Pertemuan 3