BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Penyusun mengambil contoh hasil penelitian dan tugas akhir dari seorang mahasiswa , Amstron Seventri Manalu, yang melakukan penelitian pada sebuah klink di Batam Industrial Park Muka Kuning Batam dan membuat aplikasi SIM Klinik.
Adapun penelitian yang diangkat adalah “Sistem Informasi Rawat Jalan Klink Muka Kuning Batam”.
Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan (perawat dan atau bidan) dan dipimpin oleh seorang tenaga medis (dokter, dokter spesialis, dokter gigi atau dokter gigi spesialis).
Aplikasi ini telah diimplementasikan di klinik tersebut sehingga penyusun mengangkat sebagai contoh dari Sistem Informasi Manajemen pada Klinik.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari SIM Klinik ?
2. Bagaimana pengembangan SIM Klinik ?
3. Apa fungsi dan kegunaan dari modul-modul dalam SIM Klinik ?
1.3. Tujuan dan Manfaaat
1. Memperoleh hasil yang akurat
Dengan adanya sistem informasi klinik maka rumah sakit bisa memperoleh data yang akurat dan tepat sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.
2. Mempercepat pelayanan
Mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga pelayanan yang diberikan bisa efektif dan efisien.
3. Sumber daya efisien
Karena adanya sistem informasi klinik dapat membantu mempermudah dalam memberikan pelayanan maka dapat sumber daya karena lebih efisien.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Sistem Informasi Klinik
Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisas yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Jogiyanto HM, 1995).
Klinik sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan umum membutuhkan keberadaan sistem informasi yang akurat dan handal, serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada para pasien serta lingkungan yang terkait lainnya. Pengelolaan data di institusi pelayanan kesehatan merupakan salah satu komponen yang penting dalam mewujudkan sistem informasi klinik.
Sistem informasi klinik merupakan sebuah sistem informasi yang di dalamnya meliputi proses penyimpanan dan pengambilan informasi dalam membantu kegiatan pelayanan langsung pada pasien yang bertujuan memperoleh hasil akurat, mempercepat pelayanan dan menghemat sumber daya. Pelayanan langsung tersebut meliputi:
· Membantu dalam mendiagnosa suatu penyakit.
· Membantu dalam monitoring perkembangan pasien.
· Menbantu dalam penyesuaian terapi.
Adapun jenis dari sistem informasi klinik, seperti berikut :
a. Komputer yang membantu diagnosa
· Pengumpulan data baik dari anamnesa, pemeriksaan fisik, laboratorium yang diperlukan.
· Penilaian atas data itu sehingga bisa dibandingkan dengan normal dan ciri khusus suatu penyakit, sehinggan akan membantu menentukan diagnosa.
Contoh:
Sistem anamnesa otomatis pasien dengan memasukan keluhan yang dirasa pada komputer maka akan muncul beberapa difrensial diagnosa untuk penenganan.
Interprestasi EKG, Hasil grafik EKG, selain gambarnya juga ada arti dari gambaran itu seperti aritmia, estedrepesi dan juga ada interprestasi yang berupa gambaran beberapa DD atau dari penyakit.
b. Komputer yang membantu pengobatan dan tindak lanjut
Jenis ini akan membantu patokan terapi dan jadwal yang harus dipenuhi. Biasanya untuk terapi jangka panjang dan sensitive misalnya terapi kanker dengan radiologi dan kemoterapi.
Contoh:
Komputer yang berisi gambaran protocol pengobatan suatu penyakit dan upaya untuk mengingatkan bila sampai pada waktunya, Computerized Patient Follow Up sistem.
c. Sistem pemantau pasien
Sistem ini akan memantau pasien terus menerus tanpa lelah seperti halnya manusia. Hal ini penting diterpkan pada pelayanan:
· ICU (Intensive Care Unit)
· Kamar operasi
· ICCU (Intensive Cardive Care Unit)
d. Sistem informasi rekam medis
Termasuk dalam sistem informasi ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengelolaan data yang ada pada status pasien, kemudian termasuk pula bagaimana pengelolaan dan pencarian kembali.
2.2. Pengembangan Sistem Informasi Klinik
Dalam pengembangan sistem, prinsip dasarnya adalah bahwa setelah sistem selesai dikembangkan maka yang akan menggunakan informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen.
Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan, dioperasikan dan dipelihara. Dan jika timbul permasalahan-permasalahan maka perlu kembali pada tahapan perencanaan , kondisi inilah yang menyebabkan perlunya siklus hidup pengembangan sistem.
2.2.1. Gambaran umum klinik
Klinik Muka Kuning yang berada di area industri Batamindo Industri Park memiliki banyak kegiatan operasional, meliputi pendaftaran rawat jalan pasien, pengecekan rekam medis, tindakan dokter kepada pasien dan diagnosa, pemberian resep obat, pembayaran dan lain sebagainya.
Dalam melakukan aktivitas sehari hari di Klinik Muka Kuning perlu menyusun struktur organisasi, karena dengan adanya struktur organisasi dapat membantu untuk melakukan penetapan pembagian kerja.
2.1.1. Analisa dan Desain
Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian koponenya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalah-permasalah, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
Tahap analis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem. Tahap analisis merupakan tahapan yang paling kritikal karena kesalahan pada tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan ditahap selanjutnya.
Tahapan dasar pada analisis sitem adalah mengidentifikasi masalah, memahami kerja dari sistem yang ada, menganilisis sistem dan membuat laporan analisis.
Dari hasil analisis sitem diperoleh aliran sistem informasi baru, seperti berikut :
Gambar 2.2.2.1. Aliran sistem informasi baru
Dari aliran sistem informasi tersebut dibuatlah pemodelan sistem dengan menggunakan Diagram Kontkes , dimana diagram ini merupkan tingkatan tertinggi dalam diagram aliran data dan hanya memuat satu proses, menunjukan sistem secara keseluruhan, diagram tersebut tidak memuat penyimpanan dan penggambaran aliran data yang sederhana, proses tersebut diberi nomor nol. Semua entitas ekternal yang ditunjukan pada diagram konteks berikut aliran data-aliran data utama menuju dan dari sistem (Kendall dan Kendall, 2003 ).
Berikut adalah Diagram Konteks dari aliran Sistem Informasi Klinik Muka Kuning Batam :
Gambar 2.2.2.2. Diagram Konteks
Pemodelan berikutnya adalah membuat diagram alir data (Data Flow Diagram/DFD) yang merupakan penjabaran lebih mendetail dari Diagram Konteks dan akan memudahkan pembagian proses pada sistem.
1. DFD Level 1, yang menerangkan proses apa saja yang akan bisa dilakukan oleh seorang user.
Gambar 2.2.2.3. DFD Level 1
1. DFD Level 2 Proses 1, yang menerangkan proses pada data pasien.
Gambar 2.2.2.4. DFD Level 2 Proses 1
1. DFD Level 2 Proses 2, yang menerangkan proses pada data dokter.
Gambar 2.2.2.5. DFD Level 2 Proses 2
1. DFD Level 2 Proses 3, yang menerangkan proses pada data obat.
Gambar 2.2.2.6. DFD Level 2 Proses 3
1. DFD Level 2 Proses 4, yang menerangkan proses pada data rekam medis.
Gambar 2.2.2.7. DFD Level 2 Proses 4
1. DFD Level 2 Proses 5, yang menerangkan proses pada data laporan.
Gambar 2.2.2.8. DFD Level 2 Proses 5
Dari Diagram Konteks dan Data Flow Diagram tersebut diatas merupakan dasar dari pembuatan basis data secara tererinci dengan menggunakan model Entity Relationship Diagram (ERD).
Gambar 2.2.2.9. Entity Relationship Diagram
2.1. Fungsi dan Penggunaannya
Sistem informasi Klinik yang dibangun diawali melalui tahapan-tahapan perencanaan , analisa dan desain. Berdasarkan hal tersebut ada 6 modul dalam sistem ini yang saling terintegrasi.
2.1.1. Antar Muka
Aplikasi sistem ini dibuat berdasarkan Web Based Application, dimana pengguna akan mengakses sistem melalui browser dari computer yang mendukung protocol HTTP dan sub protocol HTML.
Berikut adalah antar muka pada sistem :
1. Menu login
1. Menu administrator
Gambar 2.3.1.2. Menu administrator
1. Menu data pasien
1. Menu data dokter
1. Menu data rekam medis
2.1.1. Fungsi dan penggunaannya
Modul-modul yang disajikan di atas memiliki fungsi dan penggunaannya masing-masing yang saling terintegrasi. Berikut adalah fungsi dan penggunaannya :
1. Menu login, menjelaskan bahwa mengakses ke sistem diperlukan account sehingga apabila account tersebut tidak benar maka sistem akan menolak akses.
2. Menu administrator, menjelaskan bahwa sistem bisa dilakukan pengaturan seperti hak akses ke pengguna berdasarkan modul tertentu sehingga membatasi terjadinya penggunaan akses yang bukan wilayah kerjanya.
Misalnya login administrasi umum, hanya diperbolehkan mengakses sistem untuk melakukan pendaftaran pasien.
3. Menu data pasien, menjelaskan mengenai data pasien yang terdiri dari id pasien, no badge, nama pasien, jenis kelamin, tanggl lahir, tempat lahir, usia, agama, alamt dan nomor telpon pasien.
4. Menu data dokter, menjelaskan mengenai data dokter yang terdiri dari id dokter, nama dokter, spesialisasi, alamat dan nomor telpon dokter.
5. Menu data obat, menjelaskan tentang stok obat beserta kegunaannya yang terdiri dari id obat , nama obat , jenis obat dan kategori.
6. Menu data rekam medis, menjelaskan tentang hasil analisa dokter terhadap pasien yang terdiri dari id rekam medis, tanggal rekam medis, id pasien, id dokter , id obat dan keterangan.
7. Menu laporan, menjelaskan bahwa laporan bisa dibuat untuk setiap menu yang telah disebut di atas sehingga memudahkan manajemen melakukan evaluasi dan control.
BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Beberapa hal yang penting yang mendasari dari Sistem Informasi Klinik ini , bisa disimpulkan sebagai berikut :
1. Penggunaan teknologi informasi dalam menunjang proses-proses bisnis sangat diperlukan untuk efektifitas dan efisiensi perkembangan bisnis.
2. Dengan penggunaan teknologi informasi, proses pengolahan data semakin minim terjadi kesalahan sehingga evaluasi dan analisa terhadap proses bisnis semakin baik.
3.2. Saran
Dari uraian di atas ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan dan penggunaan sistem ini :
1. Prinsip-prinsip siklus hidup pengembangan sistem harus digunakan karena kebutuhan proses-proses bisnis yang sangat dinamis.
2. Dukungan akses bergerak yang perlu didukung oleh sistem untuk memudahkan pengguna mengakses sistem secara bergerak/berbeda lokasi , dalam hal ini bisa dilakukan akses dari smartphone/tablet.
3. Kemampuan disaster recovery apabila terjadi kegagalan sistem baik software maupun hardware sehingga proses-proses bisnis pada sistem informasi ini tetap berjalan dengan normal.
DAFTAR PUSTAKA
Manalu, Amstron Seventri. 2017. Sistem Informasi Rawat Jalan Pasien Pada Klinik BIP Muka Kuning Batam Berbasis Web. Tugas Akhir. Tidak Diterbitkan. Program Studi Sistem Informasi STIMIK GICI : Batam.
Candra, Adi, Ike Saputra dan Dien Novita. 2014. Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan Pada Klinik Kenten Medika Palembang Berbasis WEB. Tugas Akhir. Tidak Diterbitkan. Jurusan Sistem Informasi STMIK GI MDP : Palembang.
Febriansyah, M. Caecar. 2018. Sistem Informasi Manajemen Klinik Harapan Bunda Bengkulu Selatan. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia : Yogyakarta.
Jogiyanto H.M. 1995. Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Edisi Keempat. Andi Offset : Yogyakarta.
Nurhayati, Nunung. 2015. Sistem Informasi Klinik. http://perawatnunung.blogspot.com/2015/04/sistem-informasi-klinik.html.
Diakses 24 Maret 2020.
Dinkes. 2014. Pengertian dan Jenis Klinik. https://lamongankab.go.id/dinkes/pengertian-dan-jenis-klinik/.Diakses 24 Maret 2020.












No comments:
Post a Comment